Selasa, 26 September 2017

Housekeeping II

MODUL





HOUSEKEEPING II


Hasil gambar untuk menyiapkan kamar untuk tamu
                                                    
                                                               




ROZI YULIANI, S.STPar, MM

“MENATA PERLENGKAPAN DAN TROLLEY”
Tugas anda sebagai pramugaha sangat rumit dan luas. Waktu  yang tersedia cukup terbatas. Oleh karena itu berusahalah menempati waktu dan menggunakannya dengan efektif dan efisien.

Persiapan diri (Penampilan)

Yang dimaksud  dengan penampilan room attendant /maid adalah penampilan dari segi fisik maupun mental yang dapat dipertanggung jawabkan perwujudannya, baik kepada tamu, atasan, maupun sesama karyawan dan sikap yang sopan, ramah dan siap melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab.
Dalam melaksanakan tugas anda berhubungan langsung dengan tamu. Untuk itu jagalah kebersihan dan kerapihan anda dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
  • Berpenampilan rapih dan bersih serta sopan
  • Rambut pendek diatas kerah
  • Bagi wanita bila rambut panjang harus diikat/digelung
  • Tidak mengenakan assesories yang berlebihan
  • Tidak menggunakan make-up yang berlebihan
  • Tidak berkumis/berjenggot
  • Kebersihan tangan, kaki, badan tidak berbau, kuku tidak diperbolehkan panjang
  • Kebersihan gigi
Gunakan uniform yang sesuai (right size, good quality, clean and good condition,)  dan digunakan hanya untuk kerja
1.      Persiapan Peralatan:
Sebelum ke floor/sectionnya   masing-masing, mengambil kunci kamar di Housekeeping Office dan mengambil roomboy sheet dengan muka jernih    dan cerah. Lalu mempersiapkan peralatan kerja yang meliputi : formulir pramugraha (roomboy sheet), kunci kamar, pulpen atau pensil,  buku catatan (block note) termasuk linen dan guest supplies, dan menempatkannya dengan rapi ke dalam room attendant trolley. Khusus untuk penempatan linen di dalam room attendant trolley cukup untuk setengah hari kerja saja, dan sisanya akan disiapkan kembali setelah jam istirahat. Disamping itu juga perlu juga disiapkan guest supplies, untuk mengganti guest supplies yang dipakai tamu dalam kamar. Taruhlah guest supplies  di dalam room attendant trolley, dan jangan membawa guest supplies terlalu banyak,  bawalah guest supplies secukupnya saja..  Sebelum room attendant mempersiapkan  linen, guest supllies atau perlatan kerja, mereka harus memeriksa kondisi dari pada trolley (andai kata ada kerusakan,  cepat segera dilaporkan kepada supervisor)  dan membersihkan trolley tersebut. Susunlah penempatan linen & guest supplies di dalam  room attendant trolley  sesuai dengan standard dan prosedur yang telah ditetapkan.
Dengan kesiapan tersebut, seorang roomboy/maid  dapat mulai bekerja dan memeriksa semua kamar  yang akan dikerjakan . Kondisi atau status kamar itu di tulis dalam formulir pramugraha, kemudian dilaporkan atau dicatat oleh atasan atau penyelia (floor supervisor)
2.     Menata Perlengkapan
Berdasarkan  hasil pemeriksaan  kondisi atau status kamar, seorang pramugraha dapat menghitung jumlah tempat tidur yang akan dibersihkan, ini bearti bahwa jumlah lena yang diperlukan dapat diketahui. Berdasarkan jumlah lena yang diperlukan, seorang pramugraha melengkapi kereta pragmugraha (Room Attendant trolley) Kereta kerja pragmugraha, atau disebut “Room Attendant Trolley” adalah kereta yang sangat penting  fungsinya dan digunakan oleh pramugraha dalam melaksanakan pekerjaan.
Di dalam kereta ini seluruh keperluan untuk membersihkan dan melengkapi kamar tamu disimpan sesuai dengan kebutuhan.  Dengan demikian trolley cart digunakan untuk dapat menciptakan cara kerja yang efektif dan efisien, dan oleh karenanya roomboy/maid dapat membawa sekaligus seluruh peralatannya..
Persiapan untuk seluruh perlengkapan yang harus dibawa dengan trolley cart tersebut diatur sedemikian rupa sehingga dapat memudahkan pragmugraha di dalam mendapatkan alat yang diperlukan.  Pekerjaan untuk menyiapkan kelengkapan trolley cart harus dilakukan oleh pramugraha sebelum dan sesudah waktu kerja mereka.
Barang-barang keperluan kamar yang dipersiapkan dalam trolley cart adalah :

Linen Supplies
  • Double sheet (sprei untuk double bed)
  • Single sheet (sprei untuk single bed)
  • Pillow case (sarung bantal)
  • Bath towel (handuk mandi)
  • Hand towel (handuk tangan)
  • Face towel (handuk muka)
  • Bath mat/Bath Rug  (keset untuk di kamar mandi)
Perlengkapan tamu (guest  supplies)
  • Bath soap
  • Hair shampoo
  • Bath foam
  • Tooth brush & paste
  • Tissue
  • Toilet paper
  • Shower cap
  • Sanitary napkin
  • Sanitary bag/disposal bag
  • Sewing kit
  • Matches
  • Candle
  • Stationary kit  :
(envelope, writing paper, postcard, cable gram, memo pad,   guest comment slip, ball point  brosur, stiker dll)

Others supplies  :
(Laundry bag, laundry cleaning list, room service menu, door knob menu, Do Not Disturb sign, telephone tend card, folder/hotel promotion, TV/video programme, sewing kit, formulir lain yang diperlukan

Room Supplies
  • Asbak
  • Gelas minum
  • Bola lampu, dsb


Cleaning Equipment &  Chemical


Semua isi trolley itu diatur dengan rapi serta dikelompokkan pada masing-masing rack trolley.  Dengan teraturnya isi trolley itu, berarti seorang pramugraha dapat dengan cepat dan tepat mengambil barang  yang diinginkan.  Di beberapa hotel, kereta pragmugraha dilengkapi dengan sejumlah lena oleh pramugraha yang bertugas/evening/petang atau yang bertugas night/malam hari.
Jenis serta jumlah lena, perlengkapan tamu (guest supplies) alat serta bahan pembersih mungkin tidak sama antara hotel yang satu dengan yang lain,  Dengan kereta pramugraha (room boy/maid troley) yang lengkap ini, pragmugraha siap memasuki kamar  membersihkan dan menyiapkan :
  • Sebelum penempatan lena dan setelah selesai membersihkan kamar (pada saat storing) dusting-lah trolley terlebih dahulu sehingga trolley benar-benar terjaga kebersihannya.
  • Penempatan lena, guest supplies, alat serta bahan pembersih, dalam kereta  harus seragam dan konsisten.
  • Secara berkala roda trolley harus diberi pelumas agar lancar pada saat didorong, dan tidak menimbulkan suara yang tidak enak.
Gbr. Room Attendant Trolley Cart
Gadget, Stationaries
LinenHumper
Blanket
Bath Mat
Others
GarbageHumper
BathTowel
HandTowel
FaceTowel
Double Sheet
Pillow Cases
Single Sheet
Pail

Rangkluman
Sebagai seorang room attendant, dituntut dapat mempersiapkan perlengkapan peralatan dan bahan untuk pembersihan kamar, hal ini diperlukan karena sangat menentukan kelancaran pada pelaksanaan pekerjaan pembersihan kamar itu sendiri.
Disamping kemampuan diatas juga kemempuan-kemampuan lain seperti : memeriksa keadaan trolley, set up trolley sesuai dengan penempatan yang benar.













 “AKSES KE KAMAR UNTUK PELAYANAN”


1.         Status Kamar
Kondisi atau keadaan kamar itu ditulis dengan kode atau simbol, yang umumnya hampir sama untuk semua hotel.
Kode atau Simbol  (Istilah Status Kamar)
OC  (Occupied )
:
Kamar tersebut ditempati oleh tamu
V  (Vacant )
:
Kamar itu sudah kosong namun belum siap dijual karena  belum dibersihkan.
VC (Vacant  Clean )
:
Kamar itu sudah kosong dan sudah dibersihkan namun  belum siap dijual
VCI (Vacant Clean Inspection)
:
Kamar itu sudah kosong, sudah dibersihkan dan sudah diperiksa oleh supervisor, sehingga kamar siap untuk dijual
CO (Check Out)
:
Tamunya meninggalkan hotel /kamar dan sudah membayar rekening
SO (Sleep Out)
:
Tamu hotel itu diluar ( tidak menempati kamar yang disewa )
DD (Don’t Disturb)
:
Tamu tersebut tidak mau diganggu
DL (Double Lock)
:
Kamar tersebut dikunci dua kali sehingga tidak bisa dibuka dengan kunci kamar
OOO ( Out of Order )
:
Kamar tersebut tidak bisa dijual, karena ada kerusakan
Housekeeping extra items:
  • Extra bed
  • Baby cot
  • Iron & iron board
  • Transpormator
  • Con plug
Berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi atau status kamar itu, seorang pramugraha bisa menghitung jumlah tempat tidur yang akan dibersihkan.  Ini berarti , bahwa jumlah lena yang diperlukan bisa diketahui




2.         First Checking
Tujuan dari first cheking ini adalah untuk memeriksa keadaan status kamar secara nyata (riil)  dengan status kamar berdasarkan data dari Print Out Computer, pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh floor supervisor atau room attendant dipagi hari sambil mengecek cucian tamu (guest laundry)

            Prosedure first checking:
  • Sebelum mengetuk pintu/bel harus diperhatikan  ada tanda Don’t Disturb Sign atau tidak. Karena kamar-kamar dengan tanda-tanda tersebut tidak boleh diganggu/diketuk/bel.
  • Setiap mau masuk kamar  harus mengetuk/mengebel dengan menyebut roomboy, checking minimal 3x walaupun kita yakin kamar tersebut tidak ada penghuninya.
  • Kalau tidak ada jawaban, buka pintu pelan-pelan dengan mengucapkan excuse me periksa  keadaan kamar dengan seksama, berapa tempat tidur yang dipakai oleh tamu dan apakah ada kerusakan –kerusakan yang ditemukan, kalau ada cepat laporkan kepada Floor Supervisor untuk dibuatkan WO dan segera dikirim ke Engineering.
  • Kamar kosong (vacant:) periksa apakah segala sesuatunya dalam keadaan baik dan komplit
  • Kamar Check-out : periksa apakah ada barang-barang hotel yang terbawa oleh tamu atau apakah ada barang-barang tamu yang tertinggal, kalau ada cepat laporkan kepada floor supervisor untuk caeapt di follow-up, juga diinformasikan ke housekeeping office.
  • Kamar yang tamunya  ada didalam kamar, supaya tamunya tidak tersinggung, tanyakan  apakah ada Laundry/cucian yang akan  dikirim ke Laundry.?
  • Kamar yang tamunya Sleep Out, laporkan kepada Floor Supervisor agar di Double Lock oleh Duty Manager.
  • Kamar yang ON/Occupied no luggage. Andaikan tidak ketemu sendiri sama tamunya, laporkan saja sebagai check out room..
  • Setelah selesai  melakukan pemeriksaan, catat hasilnya pada Room Attendant sheet, dan segera laporkan kepada Floor Supervisor.  Diwaktu menyalin ke dalam Room Boy sheet, dicatat juga hal yang perlu dari kamar-kamar tersebut.
            3.         Memasuki Kamar.Doronglah kereta ke depan pintu kamar yang akan dikerjakan. Letakkan kereta sejajar dengan corridor, jangan sekali-kali menaruh kereta dengan posisi melintang.  Usahakan agar kereta tidak menyentuh tembok kamar.
Bila kereta itu tertutup pada satu sisinya, hadapkan bagian yang terbuka ke pintu kamar, supaya mudah mengambil dan menaruh perlengkapannya.  Setelah kereta ditaruh dengan tepat, ketuklah pintu kamar dengan punggung jari, ketuk jangan terlalu keras dan jangan terlalu lembut.  Ketuk pintu 3 kali, sambil menyebut identitas diri atau departemen anda.
Jangan sesekali mengetuk pintu dengan kunci atau pulpen, agar supaya pintu itu tidak ternoda atau lecet.Kalau tidak ada jawaban, ulangi lagi untuk yang kedua dan ketiga kalinya.
Bila tidak ada jawaban pula, masukkan kunci di pintu dan bukalah pintu perlahan-lahan.  Andai kata ada tamu yang tertidur tutuplah kembali pintu secara perlahan-lahan, bila ternyata tamunya tidak ada gantunglah tanda pramugraha pada pegangan/tombol pintu sebelah luar.
Apabila waktu anda mengetuk pintu ada jawaban dari tamu dan menyuruh anda masuk atau pintunya dibuka oleh tamu, sapalah tamu itu dengan sopan dan ramah.
Kalau anda sudah mengetahui nama tamu tersebut sapalah dengan menyebut namanya.
Lanjutkan dengan permintaan untuk mengerjakan  kamarnya.
Contoh  :   “Selamat pagi ……….,
                  Bolehkah saya mengerjakan kamar bapak sekarang ? atau         
                       Good morning ………    May I clean your room now ?      
Setiba anda dalam kamar tamu, periksa semua bola lampu, dengan cara menyalakan kemudian  mematikannya.  Laporkan atau catat bila ada lampu yang mati. Periksa semua perlengkapan yang lain seperti TV, AC, Refrigerator, dll  catat  dan laporkan kalau ada kerusakan.
Buka draperis dan set temperatur AC pada posisi normal/sedang.
Ambil sampah dari kamar dan kamar mandi, buang sampah ke dalam kantong plastik yang ada di garbage humper pada kereta trolley.  Sebaiknya sampah dimasukkan ke dalam kantong plastik jika disediakan,
Kalau ada alat-alat Room Service (Pelayanan makan dan minum di kamar) keluarkan dan letakkan di servis area, atau  hubungi bagian “room service, melalui telepon.
Bila ada pakaian tamu yang hendak dicuci, hubungi bagian binatu melalui telepon, atau langsung diantar ke bagian binatu (sesuai dengan ketentuan yang berlaku).  Jika harus diantar oleh pramugraha, periksa dan cocokanlah dengan daftar cucian yang telah diisi oleh tamu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan Pada saat tamu ada di kamar 
(When The Guest in the room)
Mintalah maaf jika menggangu tamu, dan tanya kapan waktu yang tepat bagi anda untuk kembali lagi dan membersihkan kamar.
Jika tamu sedang tidur, tinggalkan kamar secara perlahan . Jika anda menyalakan lampu, matikan lampu tersebut kembali.
Jika anda mendengar suara yang menunjukkan bahwa tamu ada di kamar mandi dan mungkin tidak mendengar anda, tinggalkan kamar secara perlahan.

Jika tamu tersebut dapat mendengar anda dari kamar mandi, mintalah maaf dan bilang bahwa anda akan kembali lagi nanti
Pada saat memasukki kamar jangan meninggalkan kunci kamar pada trolley cart,  hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan baik oleh petugas lain maupun tamu yang lewat.

Rangkuman
Akases ke kamar untuk pelayanan diawali dengan melihat status kamar terlebih dahulu, hal ini mutlak dilakukan untuk menindaklanjuti proses pembersihan kamar.
Prosedur memasuki kamar sebaiknya dilakukan sesuai dengan langkah-langkah kerja yang sudah standar .
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat tamu berada di kamar
Mintalah maaf jika menggangu tamu, dan tanya kapan waktu yang tepat bagi anda untuk kembali lagi dan membersihkan kamar.
Jika tamu sedang tidur, tinggalkan kamar secara perlahan . Jika anda menyalakan lampu, matikan lampu tersebut kembali.
Jika anda mendengar suara yang menunjukkan bahwa tamu ada di kamar mandi dan mungkin tidak mendengar anda, tinggalkan kamar secara perlahan.
Jika tamu tersebut dapat mendengar anda dari kamar mandi, mintalah maaf dan bilang bahwa anda akan kembali lagi nanti
Pada saat memasukki kamar jangan meninggalkan kunci kamar pada trolley cart,  hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan baik oleh petugas lain maupun tamu yang lewat.





“MEMBERESKAN TEMPAT TIDUR”
1.         Jenis-jenis tempat Tidur
No
Jenis Tempat Tidur
Keterangan
1.
Single bed
Satu buah tempat tidur yang ditempati untuk satu orang
2.
Twin Bed
Dua buah tempat tidur yang ditempati untuk dua orang
3.
Double bed
Satu buah tempat tidur yang ditempati untuk dua orang
4
Exstra Bed
Tempat tidur tambahan
5.
Baby Cot /Crib
Tempat tidur khusu untuk bayi
6.
Studio Bed
Tempat tidur yang dapat digunakan untuk sopa atau sebaliknya (dwi fungsi)
2.         Bagian-bagian tempat tidur
Bed Head, Matrees, Bed Base, Bed Weel, dan Bed Leg
  3.       Striping The Bed .
Sebelum tempat tidur ditata dengan lena yang bersih, lena yang telah dipakai harus dibuka satu persatu dengan baik.
Setiap membuka lena dari tempat tidur harus dikibaskan untuk melihat kalau-kalau ada barang milik tamu yang yang terselip dalam lena atau lena yang kena noda dan rusak.
Adapun lena yang dibuka itu adalah sebagai berikut :
  • Buka sarung bantal, dan letakkan bantal itu di atas kursi yang terdekat dengan tempat tidur.
  • Tarik sheet yang ketiga dan letakkan diatas kursi yang terdekat dengan tempat tidur.
  • Tarik selimut (blanket) dan letakkan dengan baik di atas sandaran kursi untuk diangin-angin.  Tetapi kalau selimut itu harus diganti  gulunglah dan letakkan/gabunglah dengan sheet ketiga tadi.
  • Tarik sheet yang kedua dan letakkan ditempat yang disebutkan diatas.
  • Tarik dan gulung seprei yang pertama atau yang paling bawah letakkan ditempat yang disebut diatas.
  • Ambil semua lena yang kotor baik yang ada di kamar maupun di kamar mandi yang telah dipakai, bawa dan letakkan kantong lena kotor (linen humper) pada kereta trolley.  Yakinkan bahwa anda harus membawa beberapa jenis handuk dan lena yang harus diganti.
  • Pada saat kembali ke kamar anda harus membawa sheet dan pillow cases serta towel sesuai yang diperlukan untuk ditata.

     4.       Menata Tempat tidur   
Setiap tamu yang merasakan kepuasan atas pelayanan anda, akan memberikan rekomendasi yang baik terhadap hotel anda.
Hal ini sekaligus akan meningkatkan reputasi hotel anda dan kesejahteraan anda sebagai karyawan.  Agar anda dapat melaksanakan kewajiban anda dengan baik, perhatikanlah kewajiban anda dengan baik, perhatikanlah penjelasan serta langkah-langkah menata tempat tidur berikut ini.
  • Secara berkala baliklah kasur sesuai dengan petunjuk yang diberikan.  Biasanya dilakukan sekali dalam sebulan.
  • Letakkan pelindung kasur atau “bed pad/bed protector” atau mattres pad” diatas kasur.  Pelindung kasur ini berfungsi untuk menjaga supaya kasur tidak basah dari keringat atau cairan lain. Pelindung ini harus dibalik setiap hari.
  • Anda harus berdiri di depan meja malam (nigth table) menghadap ke arah tempat tidur yang sedang ditata. Atau dapat berdiri di  Top tempat tidur, hal dilakukan agar tidak membelakangi tamu atau memudahkan menebarkan sheet (simetris)
  • Tebar/pasang sheet pertama dengan baik ke atas tempat tidur.  Jahitannya menghadap ke bawah dan sisa sheet yang ada di kepala dan kaki tempat tidur harus sama.  Garis lipatan atau setrika harus berada ditengah-tengah tempat tidur.
  • Lipatlah ujung sheet pada bagian kepala tempat tidur dan yang terdekat dengan anda.
  • Lipat ujung sheet pada bagian kepala tempat tidur yang terdekat dengan anda
  • Pasang atau tebarkan sheet yang ke dua.  Jahitannya menghadap ke atas dan ujung depannya sejajar dengan ujung kasur.
  • Pasang atau lemparkan selimut diatas sheet  ke dua. Ujung depannya terletak kira-kira 30 cm ujung kasur.
  • Pasang atau tebarkan sheet yang ke tiga.  Jahitannya menghadap ke bawah dan ujung sejajar dengan ujung kasur
  • Lipat ujung sheet ke dua dan ketiga atas selimut
  • Masukkan sheet ke dua dan selimut sepanjang sisi tempat tidur yang terdekat dengan diri anda.
  • Lipat sekaligus ujung sprei dan selimut di sudut terdekat bagian kaki tempat tidur.
  • Lipat dan masukkan ujung sheet pertama pada bagian kepala sisi berikutnya.
  • Masukkan sekaligus dengan rapi sheet ke dua dan ketiga serta selimut pada sisi tersebut.
  • Tutup tempat tidur dengan tutup tempat tidur atau “bed spread” atau “ bed cover”  dengan rapi
  • Ambil sarung bantal, masukkan bantal ke sarungnya.  Bantal jangan dijepit dengan dagu
  • Letakkan bantal pada tempatnya.
  • Dorong atau letakkan tempat tidur pada tempatnya.




Rangkuman
Sebagai room attendant  pada saat membereskan tempat tidur sebaiknya mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis dan bagian-bagian tempat tidur, hal ini bertujuan memudahkan pada saat proses membereskan tempat tidur yang jenis dan ukurannya berbeda-beda.
Untuk meningkatkan efisiensi bekerja perlu mengetahui langkah-langkah membereskan tempat tidur yang dimulai dari striping bed sampai menata tempat tidur
Disamping kemampuan diatas juga kemempuan-kemampuan lain seperti : mengidentifikasi noda dan kerusakan pada liinen kotor serta kemungkinan terjadinya barang milik tamu yang tertinggal atau barang milik hotel yang terbawa oleh tamu

 “MEMBERSIHKAN DAN MERAPIHKAN KAMAR”
1.      Teknik dan prosedur membersihkan perlengkapan
            Perlengkapan kamar dalam hal ini perabot kamar atau “room equipment: yang biasanya berupa furniture,  setiap saat perlu dibersihkan dari debu dan kotoran lain.  Pekerjaan ini dilakukan setelah menata tempat tidur.  Agar semua perlengkapan benar-benar bersih, maka dalam kegiatan pembersihan  dilakukan  urut-urutan  atau perputaran gerakan  pembersihan biasanya searah dengan jarum jam (clockwise  atau un clock wise)
Perabotan kamar atau furniture setiap saat perlu dibersihkan dari debu. Hal ini dapat dilaksanakan dengan beberapa cara antara lain mengelap atau dusting.
Supaya mendapatkan hasil yang baik, pakailah yang lembut atau sesuai dengan petunjuk atau objek yang akan dibersihkan.
Dalam kegiatan ini ada beberapa teknik pembersihan yang diterapkan antara lain:
a)  Dusting
Diterapkan terhadap hampir semua perabot/perlengkapan kamar. Mengenai alat pembersih, bahan pembersih serta teknik pembersihan
b)    Damp dusting
Diterapkan terhadap perlengkapan kamar yang  dicat atau perlengkapan lain yang tidak menyerap air
c)   Polishing
Diterapkan terhadap perlengkapan  kamar yang di politur, pekerjaan ini dilakukan secara berkala, dan biasanya dilakukan terhadap kamar Check-out (C/O)
d)  Glass wipping
Diterapkan terhadap perlengkapan  kamar atau bagian kamar yang berupa cermin (Full length mirror,  dressing mirror, wash basin mirror, dan juga terhadap kaca jendela   atau dapat digunakan juga pada kaca penutup meja.

Alat dan Bahan Pembersih yang diperlukan

Alat
  • Dust cloth
  • Clean cloth
  • Botle sprayer
  • Glass wiper
Bahan perbersih/Bahan kimia
  • Wooden polish
  • Glass cleaner

Teknik dan prosedur pembersihan
Pindahkan atau geser barang-barang yang ada diatas meja (furniture) dengan teratur, supaya mudah diletakkan kembali ketempat/posisi  semua
Lipatlah lap itu dengan rapi.  Bersihkan semua perabotan kamar.  Agar tidak ada bagian yang terlupakan atau terlewatkan, lakukan dengan cara yang teratur atau berurutan.  Mulailah mengerjakannya dari serambi kamar atau tempat lain yang telah ditentukan, kemudian dilakukan dengan urut-urutan atau berputar sesuai dengan arah jarum jam.
Secara berkala parabotan ini perlu juga disemir dengan semir perabotan rumah atau furniture polish.  Bila perlu lakukan pembersihan dengan lap lembab.  Perhatikan pada bagian yang sekecil-kecilnya, antara lain laci, meja, bola lampu.  Jangan lupa membersihkan bagian bawah alat-alat yang bisa diangkat seperti lampu duduk dsb.
Setelah semuanya bersih dari debu, taruh lap lembut tadi pada tempatnya, kemudiann ambil perlengkapan dan bahan pembersih kaca untuk membersihkan kaca jendela, pintu, cermin dengan metoda yang benar.  Teknik pembersihan kaca atau cermin ini disebut glasses wipping.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Teknik dan prosedur pembersihan
  • Kerjakan  pembersihan dari bagian atas ke bawah
  • Furniture yang kainya dilindungi dengan logam/besi diberi alas dari plastik/karton agar tidak meninggalkan noda bekas karat
  • Sambil mendusting anda sambil memeriksa kelengkapan-kelengkapan guest supplies yang sudah terpakai/ kurang untuk diganti pada saat anda melengkapi guest supplies

2..     Melengkapi Guest Supplies Kamar Tidur
Kamar yang sudah dibersihkan perlu dicek lagi kelengkapan fasilitasnya. Letak perlengkapan tersebut harus sesuai standar baik jumlah maupun penempatannya, misal logo nama hotel harus dapat dilihat dan dibaca oleh tamu begitu tamu masuk ke dalam kamar.  Apabila ada kekurangan maka harus segera dilengkapi.
Prosedur restocking yang harus dilaksanakan oleh room boy adalah sebagai berikut:
  • Persiapkan persediaan guest supplies dalam trolley cart secara teratur, rapi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan
  • Cek terlebih dahulu  guest supplies mulai dari door, closet, dresssing table, TV, coffe table, nite table, agar  agar melengkapinya dengan cepat dan tepat
  • Dalam melengkapi kebutuhan tamu harus dicatat di dalam roomboy control sheet. Hal ini mutlah harus dilakukan agar tertib administrasi, untuk pengendalian pemakaian guest supplies, serta untuk mengetahui jumlah pemakaian guest supplies setiap hari, setiap minggu maupun setiap bulan
  • Membuat catatan khusus di dalam  kolom remark pada roomboy control sheet atau log bog yang belum lengkap agar dapat dilengkapi oleh  roomboy shift berikutnya.

Perlengkapan guest supplies yang harus tersedia misalnya :
Door dilengkapi dengan
  • Door knob menu
  • Do not distrub sign
Closet ward robe/cupboard, dilengkapi dengan:
  • Hanger pria dan wanita
  • Shoes shine
  • Laundry bag Laundry list, Dry cleaning list & PO list
Dressing table, diatasnya  atau disekitarnya:
  • Stationary holder yang berisi : Brosure, Guest questionaire, post card, rate sheet, amplop,  lembar kertas surat, lembar kertas fax
  • Room service menu
  • Tray dengan water jug dan drinking glas
  • TV dengan video program/TV program
  • Tend card petunjuk penggunaan hand iron
  • Safe deposit box
Nigt Table
  • § Nigth lamp
  • § Service directory book
  • § Memmo pad
  • § Balpoint
  • § Telephone
Coffe table diatasnya dilengkapi dengan maches dan astray

3..     Penangan Kehilangan dan penemuan Barang (Lost & Found)

Bila kamar tersebut baru saja ditinggalkan oleh tamunya (C/O) periksalah dengan seksama kalau-kalau ada barang tamu yang tertinggal.
Kalau ada barang yang tertinggal hubungi segera atasan yang bersangkutan dengan cepat atau kantor depan dengan cepat jika barang tersebut merupakan barang berharga.  Barang milik tamu yang tertinggal harus diserahkan kepada atasan dan akan dicatat pada buku Lost and Found. 

Kalau kamar yang dibersihkan itu Occupied biasanya banyak barang atau  pakaian tamu yang berserakan di atas tempat tidur, kursi.  Dalam hal ini gantung dan letakkan barang tersebut dengan rapi pada tempat yang  semestinya

4.         Membersihkan dan Menata Kamar Mandi

Yang dimaksud dengan cara membersihkan dan menata kamar mandi adalah  bagaimana caranya roomboy membersihkan dan mengatur perlengkapan yang ada di dalam kamar mandi sehingga bersih, aman dan nyaman.
Karena tamu yang memasuki kamar, biasanya melihat kebersihan  dan kelengkapan kamar mandi.  Ini bearti bahwa kebersihan dan kelengkapan kamar mandi umumnya dijadikan  tolak ukur terhadap kamar mandi umumnya dijadikan tolok ukur terhadap kebersihan kamar ataupun kebersihan hotel itu sendiri.  Oleh karena itu pragmugraha mempunyai wawasan  yang luas dan tepat tentang alat pembersih, bahan pembersih serta barang-barang keperluan tamu yang ditempatkan di kamar mandi.  Alat-alat sanitasi, serta metode yang digunakan di berbagai hotel cukup berpartispasi.  Umumnya alat-alat sanitasi yang ada di kamar mandi ialah:
  • Tempat mencuci tangan (wash basin)
  • Bak mandi (bath tub) dan shower
  • Jamban  (toilet bowl)
Disamping alat-alat tersebut kadang-kadang dilengkapi juga dengan “bidet” yang fungsinya sama dengan jamban,  yang biasanya dipakai khusus untuk wanita.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, perhatikanlah denah kamar mandi dengan perlengkapannya.
a.         Persiapan
Menyiapkan peralatan serta bahan pembersih berupa sikat kamar mandi, toilet bowl brush, sponge, OO towel   dan obat pembersih . Keseluruhan peralatan dan obat-obatan tersebut harus dipersiapkan dalam keadaan bersih.

b    Langkah – langkah membersihkan alat-alat Sanitasi :
Semburkan “Flusing”  air pada jamban atau “toilet bowl” menghanyutkan/ membuang  bila ada kotoran tertinggal didalamnya.
Kemudian tuangkan bahan pembersih (disinsfectant), biarkan beberapa saat sambil menunggu obatnya bereaksi, lalu mengerjakan pekerjaan yang lain
·         Cuci gelas dan asbak yang direndam dalam “wash basin” kemudian telungkupkan dimeja wash basin atau diletakkan di atas roomboy trolley yang sudah dialasi dengan napkin khusus untuk gelas
·         Mulailah membersihkan bagian atas, antara lain  kaca atas wash basin table dengan chemical khusus yang telah disiapkan
·         Cucilah “Wash basin” dengan campuran air dan sabun cair dan digosok dengan spon  (soft/hard). Cucilah semua kran dan pipa air.
·         Bilaslah dengan air secukupnya, jangan lupa membersihkan kotoran yang mengendap pada saringan air.
  • Bersihkan bak mandi, Mulailah dari membersihkan pancuran atau “shower”kemudian dilanjutkan ke dinding dan akhirnya bak  mandi (bath Tub).
  • Gosoklah dengan spon atau karet sepon dan sabun cair, bila dasar bak mandi masih kotor, gosoklah dengan bubuk pembersih. Bilaslah dengan baik.  Bila perlu pakai air hangat dari pancuran atau shower.
  • Bersihkan tirai mandi dengan alat dan bahan tersebut diatas.  Kemudian bilas dengan air bersih.
  • Keringkan dengan lap katun mulai dari  “shower” dinding kamar mandi, bak mandi, tirai mandi, dan semua kran.
  • Keringkan gelas dan asbak yang ditaruh diatas meja “wash basin” atau  diatas roomboy trolley   kemudian masukkan gelas yang sudah bersih dan kering itu ke dalam plastik pembungkus.  Keringkan “wash basin”, pipa dan semua keran
  • Bersihkan bagian dalam jamban atau “toilet bowl” Gosokkan dengan sikat khusus (toilet bowl brush) jamban secara merata, semburkan atau “flushing” air jamban beberapa kali sampai buih  sabunya habis.Kibaskan sikat jamban kemudian masukan ke dalam kantong  plastik atau tempat jamban yang sudah disediakan.
  • Gosok tangki air, pipa, tempat duduk dan bagian bawah jamban dengan sepon yang berisi sabun dan “disinfectant”,
  • kemudian bilaslah dengan air bersih  yang diambil dari kran bak mandi atau ember yang sudah disiapkan.
  • Bersihkan pintu kamar mandi pada bagian dalam dan luar.
  • Kembalikan
·          
5.     Melengkapi guest supplies Kamar Mandi.
Kamar mandi dismaping harus dibersihkan harus pula dilengkapi dengan beberapa handuk dan barang-barang keperluan tamu. Setelah mengerjakan pekerjaan yang membersihkan alat-alat sanitasi, ambilah handuk dan pelengkapan kamar secukupnya, atau sesuai dengan petunjuk atau aturan.
Berikut adalah standard bathroom supplies yang harus tersedia adalah:
·         Wash Towel/face Towel            = 2 buah
·         Hand Towel                               = 2 buah
·         Bath Towel                                = 2 buah
·         Bath Mat                                    = 1 buah
·         Toilet paper                                = 1 rol
·         Tissue box                                  = 1 box
·         Shower cap                                 = 1 buah
·         Shampoo                                     = 1 botol
·         Conditioner                                 = 1 botol
·         Hair Dryer                                   = 1 buah
·         Bath Soap                                    = 1 buah
·         Bath Foam                                   = 1 buah
·         Bath Robe                                    = 1 buah
·         Cotton Bud                                   = 1 buah
·         Pasta Gigi                                     = 2 buah
·         Toot Brush                                   = 2 buah
·         Comb                                            = 1 buah
·         Waste Basket                               = 1 buah
·         Sanitary Can                              = 1 buah
·         Disposal Bag                              = 1 buah
·         Astray                                         = 1 buah
·         Glass                                           = 2 buah
·         Glass Cover                                = 2 buah
·         Scale                                           = 1 buah
·         Flower Vase                               = 1 buah
6.      Membersihkan Lantai kamar mandi (cleaning the bathroom floor)
Sapu lantai kamar mandi, pel dengan menggunakan mop biasa atau oo towel dari arah terjauh dan berakhir di pintu masuk kamar mandi
7.      Membersihkan Lantai Kamar Tidur

Lantai adalah bagian bangunan atau ruangan yang paling cepat kotor.  Supaya kamar tetap bersih, maka lantai harus dibersihkan setiap saat.  Karena itu dibuat dari berjenis  bahan, maka jenis pembersihannya pun berbeda.
Perhatikan arah darimana pertama kali membersihkan lantai.  Ambillah tempat yang terjauh  dahulu. Jangan lupa bersihkan sudut-sudut  dan kolong-kolong sekaligus untuk melihat apakah ada barang-barang kecil milik tamu yang terjatuh.Lantai permadani (karpet dibersihkan dengan penyapu permadani atau “Box Sweeper” dan alat penghisap debu “Vacuum Cleaner”
Jenis lantai yang lain dibersihkan dengan cara menyapu dan mengepel (damp sweeping atau mopping).  Setelah dilakukan pekerjaan membersihkan kamar mandi, ambillah perlengkapan menyapu, yakni sapu dan penampung sampah atau “dust pan”.Bersihkan lantai dari serambi, dan diteruskan di dalam kamar dan terakhir pada pintu masuk.  Jangan lupa menyapu di tempat yang tersembunyi seperti dibawah meja, dibalik pintu dll.

7.         Pemeriksaan Terakhir (Final Check)
            Bagian-bagian dan tempat yang harus diperhatikan dalam  pemeriksaan terakhir.
  • Jendela tertutup, night curtain, dan glass curtain dalam posisi yang benar
  • Pemanas terpasang kembali
  • Sprei kasur terpasang dengan rapi
  • Lampu nyala dan gambar telah bersih
  • Penerangan berfungsi
  • TV, radio, dan alat elektronik lain bekerja
  • Bar kecil telah penuh
  • Tidak ada noda di cermin atau permukaan benda
  • Pintu tertutup
  • Pintu bebas dari tanda jari
  • Di bawah karpet dan sekitar perabot telah bersih
  • Perabotan dalam posisi yang tepat
  • Persediaan tamu telah terisi
  • Tidak terdapat alat pembersih yang tertinggal di kamar
  • Tempat sampah dan asbak dalam keadaan kosong dan bersih
  • Alat – alat yang harus diperbaiki atau yang dibersihkan secara khusus harus dilaporkan
Sebelum meninggalkan kamar, semprotkan penyegar dengan pewangi yang netral dengan cara  berjalan mundur  dimana roomboy sambil melihat sekeliling kamar juga bathroom disemprotkan dengan pewangi tersebut, agar udara di dalam kamar stetap segar dan wangi. Pintu kamar ditutup dengan baik dilanjutkan dengan mengerjakan lainnya
9.        Administrasi/Pengisian Roomboy Control Sheet
Mencatat semua lena, perlengkapan tamu dan keterangan lainnya selama mengerjakan kamar.  Tulis pada formulir pramugraha sesuai dengan standar operarional prosedur.
Berakhirlah tugas anda menyiapkan kamar tamu, dan lanjutkan membersihkan dan menata kamar berikunya.

c.      Rangkuman 4
Sebelum anda melakukan pembersihan kamar tidur tamu langkah awal yang harus dilakukan adalah first checking sesuai dengan prosedur.
Memasuki kamar tamu untuk melakukan pembersihan harus mengikuli langkah-langkah yang ditetapkan.
Untuk membereskan tempat tidur harus melakukan pengecekan secara teliti mengenai perlengkapan kamar tamu, jika ada kerusakan, kehilangan barang  segera laporkan pada order taker sesegera mungkin, hal ini dilakukan agar semuanya dapat segera ditindaklanjuti.
Dalam proses pembersihan kamar menggunakan sistem clock wise atau un clock wise, dengan tujuan supaya lebih teliti sehingga tidak ada yang terlewatkan.
Untuk melakukan pembersihan di kamar mandi, bersihkan dengan teliti sesuai dengan prosedur pembersihan yang benar.

“MEMBERSIHKAN DAN MENYIMPAN TROLLEY
SERTA PERLENGKAPANNYA”


Semua alat dan bahan pembersih yang sangat banyak, dipergunakan setiap saat oleh karyawan yang cukup banyak. Agar supaya alat dan bahan pembersih itu dapat dipergunakan secara efektif maka perlu diadakan  penggudangan  yang teratur, baik oleh pihak pekerja maupun oleh pengawas atau penyelia.
Tindakan  kontrol yang baik adalah pada saat pengambilan, pemakaian, dan sebelum penyimpanan.
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam kontrol dan penggudangan alat-alat dan bahan pembersih adalah sbb:
1.     Penggudangan sapu dan sikat
  • Kotoran yang melekat harus disikat
  • Sikat dan sapu hendaknya digantung
  • Disimpan dalam keadaan kering
  • Sikat yang tidak bisa digantung  harus ditengadahkan

2.      Penggudangan Alat penampung (container)
  • Harus bersih dan kering
  • Ditumpuk dengan rapi untuk menghemat tempat
3.      Penggudangan Lena (linen)
  • Harus bersih dan kering
  • Dilipat dan diatur dengan rapih
  • Dikelompokan menurut jenisnya
4.      Penggudangan alat-alat pelindung dan pembantu :
  • Harus dalam keadaan bersih dan kering
  • Diatur dengan rapi supaya tidak menggangu lalu lintas dan menghemat ruangan atau tempat.
5.    Penggudangan alat-alat mekanik (Vacuum Cleaner)
  • Bersihkan seluruh bagian alat itu
  • Kabel harus dililitakan dengan rapi
  • Periksa seluruh komponennya
  • Secara periodik diadakan pemeliharaan dan perbaikan
6.     Penggudangan alat bahan pembersih
  • Dikelompokan menurut jenisnya
  • Ditempatkan pada tempat yang telah ditentukan
  • Ditutup dengan ketat dan rapi
  • Sebaiknya setiap tempat atau container berisi nama atau merk bahan pembersih yang ada didalamnya
  • Perhatikan petunjuk-petunjuk tertentu (jangan ditaruh dengan korek api, jangan dibalik, disimpan yang teduh, ditutup engan rapat dsb)
Cara penggudangan yang baik tindakan yang dilakukan untuk mencegah hilangnya alat dan bahan pembersih dalam kegiatan sehari-hari:
  1. Mencatat semua alat dan bahan pembersih yang diambil pada “equipment and supplies daily control sheet”
  2. Mencatat supplies yang habis dalam melaksanakan tugas.
  3. Mencocokkan dan mencatat alat serta bahan pembersih sebelum menggudangkan atau menyimpan.

Rangkluman
Penggunaan alat dan bahan pembersih itu dapat efektif, maka perlu adanya penggudangan secara teratur.
Tindakan kontrol yang baik adalah pada saat pengambilan, pemakaian dan sebelum penyimpanan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam kontrol didalam penggudangan alat-alat dan bahan pembersih adalah dapat dikelompokkan: Cara menggudangkan sapu, Alat Penampung (Container), Linen, Alat pelindung, Alat-alat machinal, dan bahan pembersih.








PENUTUP
Setelah peserta didik dinyatakan kompeten untuk unit kompetensi ini, untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan unit kompetensi dan diperkenenkan untuk mempelajari modul berikutnya dengan konsultasi pada pembimbing.
Sebagai bahan pertimbangan pihak sekolah dan industri dalam pelaksanaan uji kompetensi mengacu pada hasil Evaluasi siswa pada unit kompetensi “Menyiapkan Kamar Untuk Tamu. .





















DAFTAR PUSTAKA

Jane Fellows, Housekeping Supervisor
Georgina Tucker, & Modelin Schneider,  The Profesional Housekeeper
Joan C. Branson. Margeret Lenek, Hotel, Hostel & Hospitality Housekeeping
I Gusti Nyoman Winda & I Wayan Suardana, Tata Graha , Depdiknas 1996/1997
Rumekso, SE, Housekeeping Hotel, Penerbit Andi Yogyakarta
Yayuk Sri Perwani, Teori dan petunjuk praktek housekeeping untuk akademi perhotelan Make up Room
Standard Kompetensi Nasional Indonesia  (SKNI)
General cleaning procedures, trainee workbook, Australia National Training Authority (ANTA), AUSTRALIA, 1997
Drs. Agus Sulastiono,   Pengelolaan Pelayanaan Tata Graha (Managing Housekeeping Service), Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Bandung November 1994
Buku Pedoman Pemakaian Chemical, Johnson Commercial Product ______Jakarta
The art of housekeeping today, Susanne Ruijs, Opyright SouthBank Institute of TAFE, College of Tourism and Hospitality, 1998.
Profesional Housekeeping, Robert J. Martin and Thomas J.A. Jones, Second Edition
Profesional Tools & Cleaning system, Bina Resik Utama PT. _______ Jakarta.

Housekeeping Hotel , Rumekso ,SE, Andi Yogyakarta 2001

Tidak ada komentar:

Posting Komentar